Mengatur Uang Kondangan, Arisan, dan Kiriman Orang Tua
Cara mengatur pengeluaran sosial keluarga Indonesia: uang kondangan, arisan, menjenguk, dan kiriman untuk orang tua agar tidak mengganggu kebutuhan pokok.
Daftar isi
Di banyak keluarga Indonesia, pengeluaran sosial bisa sama besarnya dengan tagihan listrik: uang kondangan, arisan RT, menjenguk tetangga yang sakit, takziah, hingga kiriman rutin untuk orang tua. Masalahnya, pengeluaran ini sering datang mendadak dan diambil dari uang dapur. Berikut cara mengaturnya.
Kenapa pengeluaran sosial perlu dianggarkan?
Silaturahmi dan berbagi adalah bagian penting dari kehidupan kita. Justru karena penting, pengeluarannya perlu disiapkan. Tanpa anggaran, satu bulan dengan tiga undangan pernikahan bisa membuat belanja dapur kekurangan.
1. Buat amplop "Sosial" tersendiri
Pisahkan pengeluaran sosial dari kebutuhan pokok. Isi amplop Sosial setiap gajian dengan jumlah tetap. Untuk menentukan jumlahnya:
- Lihat pengeluaran sosial 3–6 bulan terakhir.
- Hitung rata-rata per bulan.
- Tambahkan sedikit cadangan untuk bulan-bulan ramai seperti musim nikah dan menjelang Lebaran.
2. Tentukan standar uang kondangan
Sepakati bersama pasangan kisaran uang kondangan berdasarkan kedekatan, misalnya:
| Hubungan | Contoh kisaran |
|---|---|
| Kenalan dan rekan kerja | Rp 50.000–Rp 100.000 |
| Tetangga dan teman dekat | Rp 100.000–Rp 200.000 |
| Saudara dekat | sesuai kesepakatan keluarga |
Angka di atas hanya contoh. Sesuaikan dengan kebiasaan di daerah dan kemampuan keluarga Anda. Memberi sesuai kemampuan tetap bernilai.
Dengan standar ini, Anda tidak perlu bingung setiap ada undangan.
3. Masukkan acara ke kalender
Begitu undangan datang, catat tanggal dan perkiraan amplopnya di kalender keluarga. Anda jadi bisa melihat bulan mana yang ramai acara dan menyiapkan uangnya lebih awal.
4. Arisan: tabungan atau beban?
Arisan bisa menjadi cara menabung yang menyenangkan sekaligus menjaga silaturahmi. Agar tidak memberatkan:
- Ikut arisan sesuai kemampuan, jangan terlalu banyak sekaligus.
- Masukkan setoran arisan ke amplop tetap.
- Rencanakan dari awal untuk apa uang arisan dipakai saat menang, misalnya untuk biaya sekolah atau dana darurat, bukan untuk belanja impulsif.
5. Kiriman untuk orang tua
Berbakti kepada orang tua termasuk dengan membantu kebutuhan mereka. Supaya tidak menimbulkan ketegangan:
- Sepakati jumlahnya bersama pasangan dan berlaku adil untuk kedua pihak orang tua.
- Jadikan amplop tetap yang diisi di hari gajian, bukan sisa.
- Siapkan cadangan untuk kebutuhan mendadak orang tua, misalnya berobat, sebagai bagian dari dana darurat.
Baca juga tips mengatur keuangan suami istri untuk membicarakan hal ini dengan nyaman.
6. Catat saat Anda menerima
Di beberapa daerah ada kebiasaan mencatat siapa yang menyumbang saat keluarga kita punya hajatan, agar bisa membalas dengan pantas saat mereka berhajat. Catatan sederhana seperti ini membantu menjaga hubungan baik dan memudahkan perencanaan.
Kesimpulan
Uang kondangan, arisan, dan kiriman orang tua adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat yang perlu direncanakan, bukan dihindari. Buat amplop Sosial tersendiri, sepakati standar bersama pasangan, catat acara di kalender, dan jadikan kiriman orang tua sebagai amplop tetap. Dengan begitu, berbagi terasa ringan dan kebutuhan rumah tetap aman.


